Menjadi Psikolog, Know Yourself.

Ketika membaca judul, berbagai gagasan muncul di kepala saya. Kuliah psikolog, cita-cita menjadi psikolog, atau orang tua tidak merestui anaknya yang ingin menjadi psikolog, atau yang lainnya. Meanwhile, the idea of this writing is, how to be a psychologist for ourself, first. Karena, mengetik itu mudah namun menjalaninya takes time and some progress. It’s not a simple thing. Seorang manusia bisa memikirkan berbagai konteks dalam sehari. Seorang manusia bisa mengalami mental disorder tanpa menyadarinya. Ini penting, dan sering terabaikan. Hal kecil bisa menjadi hal yang besar. Pernyataan yang sering didengar, tapi sudahkah dimaknai?

So, first thing is to get closer to your soul. Be yourself, know yourself. Everyone has their own flaws, and it’s normal. Accept it. Once, I was bullied. It affects my personality (so much.) Aku lebih cuek, terkesan gak butuh orang lain (some people say so.) Padahal aku gak bermaksud begitu, apa yang kita pikirkan tentang diri kita belum tentu benar, begitu juga apa yang orang lain pikirkan tentang kita. So, go deeper on yourself, your soul, passion. Kalau kamu udah tau, kamu akan menemukan beberapa hal yang exciting or surprising. If that thing surprises you a lot, take your time. Maintain your soul. A soul could make you a better or worse person, you gotta choose.

Second thing, if you have any problem, you tend to avoid the problem, not everyone, but mostly. Sedangkan emotion yang “dikubur” untuk sementara pasti masih ada di dalam, somewhere deep. Setelah kita pulang, topeng yang kita pakai akhirnya kita lepas, emosi yang tadinya “terkubur” akhirnya muncul kembali, dan orang cenderung kalah. Karena, berpura-pura itu melelahkan. You’re lucky, if you have someone to talk. But, what if you were in the situation that you’re alone. You need yourself, right? So need. Maka kamu harus menjadi psikolog untuk dirimu sendiri. Kamu harus tahu betul, how your soul become a cure for your body. I quote from Rupi Kaur, “let it go, let it leave, let it happen. nothing in this world was promised or belonged to you anyway. all you own is yourself.”

Semoga tulisan ini cukup berguna, there’s no other purpose on this writing. I just want you to know yourself. Ceritain kalau ada hal yang ganjal, kepada orang tua, saudara atau suami (if you’re married.)

If you have any questions or story to share, don’t hesitate to ask or tell me through email: ersha@email.com – have a good day, love ❤

Advertisements

2 thoughts on “Menjadi Psikolog, Know Yourself.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s